Jakarta, Dilema kebanyakan orang jaman sekarang adalah mereka mudah
menambah berat badan tapi kesulitan untuk menurunkannya kembali dan penyebab
fenomena ini masih menjadi misteri. Tapi menurut sebuah studi baru, kondisi ini
disebabkan otak orang yang mengalami kelebihan berat badan mengalami perubahan
tertentu.
Untuk studi ini peneliti mempelajari beberapa tikus yang mengalami
obesitas agar mereka dapat menemukan kaitan antara kinerja otak dengan
kebiasaan makan berlebihan dan obesitas. Hasilnya, pada tikus yang obesitas
ditemukan adanya peningkatan jumlah ujung-ujung reseptor saraf CB1 atau
cannabinoid, terutama di bagian otak yang biasanya menghambat pelepasan orexin,
senyawa peptida yang membuat seseorang merasakan lapar.
Akibatnya tubuh menghasilkan lebih banyak endocannabinoids yang membuat
seseorang terus merasa kelaparan. Menurut salah satu peneliti, Ken Mackie,
sistem endocannabinoid merupakan salah satu sistem neurokimia yang bertugas
mengatur selera makan di dalam otak. Sistem ini mengandung sejumlah reseptor
dan senyawa kimia yang diduga mirip dengan marijuana (bersifat adiktif).
"Ketika kita mengalami penambahan berat badan, terjadi perubahan
pada sel-sel pemberi sinyal yang ada pada hipotalamus sehingga mereka akan
melepaskan orexin. Sayangnya dengan adanya orexin ini, otak mengatakan kepada
tubuh agar makan lebih banyak lagi, bukannya meminta tubuh untuk mempertahankan
berat badan yang sehat," terang Mackie yang juga profesor di Department of
Psychological and Brain Sciences, College of Arts and Sciences, Indiana
University, Bloomington, AS.
Selain itu, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the
National Academy of Sciences ini juga menemukan adanya peningkatan kadar hormon
pengatur rasa lapar yang disebut dengan leptin ketika orang yang bersangkutan
mengalami obesitas.
"Padahal ketika kadar hormon tersebut meninggi dalam jangka waktu
yang lama maka sel-sel otak menjadi kurang begitu sensitif terhadap berbagai
upaya penurunan berat badan yang dilakukan orang yang bersangkutan. Kondisi ini
juga berkontribusi terhadap semakin tingginya pelepasan orexin dari otak,"
tandas Mackie seperti dilansir Emaxhealth, Kamis (2/5/2013).
Lalu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi semacam ini?
- Jika Anda merasa kesulitan untuk berhenti makan karena lapar, pilihlah makanan yang mengenyangkan. Misalnya sayuran, popcorn yang mengandung serat dan terus minum air agar selalu terhidrasi.
- Pertimbangkan untuk bergabung dengan komunitas yang berjuang mengatasi kebiasaan makan berlebihan (overeating). Bisa juga dengan mencari teman yang sama-sama sedang mencoba untuk diet.
- Buatlah target dan katakan pada diri Anda sendiri tentang pentingnya mengurangi konsumsi makanan terhadap kesehatan Anda. Jika Anda kambuh lagi hari ini, kurangi saja asupan makanan Anda keesokan harinya.
- Buru-buru turunkan berat badan jika Anda ketahuan mengalami penambahan sekitar 2-3 kilogram dengan mengurangi asupan kalori dan menambah kadar olahraga. Menunda-nunda program diet akan membuat Anda makin kesulitan menurunkan berat badan karena terjadinya perubahan otak seperti yang ditemukan studi ini.
- Jangan ngemil atau makan di malam hari. Sebaliknya jika Anda sarapan pagi-pagi hal itu akan meredakan kebiasaan ngemil malam Anda.
Kesimpulan : Kesehatan tubuh kita bergantung pada pola makan kita setiap harinya terutama makanan yang bernutrisi dan rutinlah berolahraga.
Sumber :


0 komentar:
Posting Komentar