Jakarta, Obesitas telah lama dikaitkan dengan gangguan
kesehatan seperti penyakit kardiovaskular, diabetes hingga turunnya libido,
terutama jika penderitanya adalah orang dewasa. Tapi baru-baru ini sebuah studi
mengemukakan pria yang telah mengalami obesitas sejak berusia awal 20-an
digadang tak dapat mencapai usia paruh baya dibanding rekan-rekannya yang
berbadan ramping.
Sebelumnya tak banyak studi yang berhasil mengungkap
apakah obesitas di usia dewasa muda akan memperkuat risiko kematian mereka.
Untuk itu, tim peneliti dari Denmark mengamati kondisi kesehatan 6.500 pria
Denmark berusia 22 tahun selama 33 tahun atau hingga usia mereka mencapai 55
tahun.
Seluruh partisipan tercatat lahir pada tahun 1955 dan
terdaftar dalam Military Board sebagai peserta tes kebugaran untuk mengetahui
tingkat kesesuaian mereka dalam menjalani wajib militer.
Dari situ tercatat bahwa 80 persen partisipan memiliki
berat badan normal sedangkan lima persen lainnya dilaporkan memiliki berat
badan di bawah rata-rata. Selain itu, satu dari 10 partisipan diketahui
mengalami kelebihan berat badan atau 1 persen dari keseluruhan partisipan. Satu
persen ini menunjukkan ada 97 pria yang mengalami obesitas diantara 6.500
partisipan.
Namun separuh diantaranya telah didiagnosis dengan
diabetes, tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, penggumpalan darah di
kaki atau paru-paru atau meninggal dunia sebelum usia mereka mencapai 55 tahun.
Detailnya, para pria muda ini berpeluang delapan kali
lebih besar terkena diabetes dan empat kali lebih besar mengalami penggumpalan
darah yang berpotensi fatal dibanding rekan-rekannya yang mempunyai berat badan
normal.
Seperti dilansir Daily Mail, Rabu (1/5/2013),
pria-pria ini juga berpeluang dua kali lebih besar untuk mengalami tekanan
darah tinggi, terkena serangan jantung atau meninggal dunia sebelum usianya
mencapai paruh baya.
Pasalnya setiap peningkatan satu unit indeks massa
tubuh atau BMI sejalan dengan naiknya risiko serangan jantung hingga lima
persen; tekanan darah tinggi dan penggumpalan darah sebesar 10 persen; serta
diabetes hingga 20 persen.
Secara keseluruhan, pria muda yang obesitas berpeluang
tiga kali lebih besar untuk mengidap gangguan-gangguan kesehatan yang
seharusnya baru akan diperoleh rekan-rekannya yang mempunyai berat badan normal
ketika mereka mencapai usia paruh baya. Dengan kata lain risiko gangguan
kesehatan pada pria muda yang obesitas mencapai 50 persen, sedangkan pria
dengan berat badan normal hanya mengantongi risiko sebesar 20 persen.
"Bisa jadi kematian dan morbiditas yang berkaitan
dengan obesitas akan menempatkan beban yang belum pernah terjadi sebelumnya
terhadap sistem kesehatan di penjuru dunia. Untuk itu, studi ini diharapkan
dapat memberikan peringatan akan adanya peningkatan angka obesitas untuk
menurunkan banyaknya kasus kematian akibat penyakit jantung," pungkas
peneliti.
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal BMJ.
Sumber :


0 komentar:
Posting Komentar