Shinkiro Design Created. Diberdayakan oleh Blogger.

AYOO MARILAH PENUHI ASUPAN NUTRISI MU SEKARANG !!

Dengan PROGRAM TERBARU DAN TERJITU (TURUN/NAIK BERAT BADAN, PENAMBAHAN MASA OTOT, SERTA PROGRAM KEBUGARAN)

Ayoo dapatkan NUTRISI HARIAN mu DISINI

Dan dapatkan “HASILL YG RUAARRR BIAZZAAA”

LINGKAR PINGGANG ANDA AKAN MENGECIL DAN TUBUH ANDA AKAN TERLIHAT CANTIK SERTA MEMPESONA

Salam

Rachman

Personal Wellness Coach

Hp: 0812 82997754

UNTUK PEMESANAN PRODUK ATAU INFORMASI LAINNYA ANDA DAPAT MENGHUBUNGI 081282997754 / 021-40780289

Pria Lebih Cepat Meninggal Jika di Usia 20-an Tahun Sudah Obesitas


Jakarta, Obesitas telah lama dikaitkan dengan gangguan kesehatan seperti penyakit kardiovaskular, diabetes hingga turunnya libido, terutama jika penderitanya adalah orang dewasa. Tapi baru-baru ini sebuah studi mengemukakan pria yang telah mengalami obesitas sejak berusia awal 20-an digadang tak dapat mencapai usia paruh baya dibanding rekan-rekannya yang berbadan ramping.

Sebelumnya tak banyak studi yang berhasil mengungkap apakah obesitas di usia dewasa muda akan memperkuat risiko kematian mereka. Untuk itu, tim peneliti dari Denmark mengamati kondisi kesehatan 6.500 pria Denmark berusia 22 tahun selama 33 tahun atau hingga usia mereka mencapai 55 tahun.

Seluruh partisipan tercatat lahir pada tahun 1955 dan terdaftar dalam Military Board sebagai peserta tes kebugaran untuk mengetahui tingkat kesesuaian mereka dalam menjalani wajib militer.

Dari situ tercatat bahwa 80 persen partisipan memiliki berat badan normal sedangkan lima persen lainnya dilaporkan memiliki berat badan di bawah rata-rata. Selain itu, satu dari 10 partisipan diketahui mengalami kelebihan berat badan atau 1 persen dari keseluruhan partisipan. Satu persen ini menunjukkan ada 97 pria yang mengalami obesitas diantara 6.500 partisipan.

Namun separuh diantaranya telah didiagnosis dengan diabetes, tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, penggumpalan darah di kaki atau paru-paru atau meninggal dunia sebelum usia mereka mencapai 55 tahun.

Detailnya, para pria muda ini berpeluang delapan kali lebih besar terkena diabetes dan empat kali lebih besar mengalami penggumpalan darah yang berpotensi fatal dibanding rekan-rekannya yang mempunyai berat badan normal.

Seperti dilansir Daily Mail, Rabu (1/5/2013), pria-pria ini juga berpeluang dua kali lebih besar untuk mengalami tekanan darah tinggi, terkena serangan jantung atau meninggal dunia sebelum usianya mencapai paruh baya.

Pasalnya setiap peningkatan satu unit indeks massa tubuh atau BMI sejalan dengan naiknya risiko serangan jantung hingga lima persen; tekanan darah tinggi dan penggumpalan darah sebesar 10 persen; serta diabetes hingga 20 persen.

Secara keseluruhan, pria muda yang obesitas berpeluang tiga kali lebih besar untuk mengidap gangguan-gangguan kesehatan yang seharusnya baru akan diperoleh rekan-rekannya yang mempunyai berat badan normal ketika mereka mencapai usia paruh baya. Dengan kata lain risiko gangguan kesehatan pada pria muda yang obesitas mencapai 50 persen, sedangkan pria dengan berat badan normal hanya mengantongi risiko sebesar 20 persen.

"Bisa jadi kematian dan morbiditas yang berkaitan dengan obesitas akan menempatkan beban yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap sistem kesehatan di penjuru dunia. Untuk itu, studi ini diharapkan dapat memberikan peringatan akan adanya peningkatan angka obesitas untuk menurunkan banyaknya kasus kematian akibat penyakit jantung," pungkas peneliti.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal BMJ.

Sumber :

0 komentar:

Posting Komentar

UNTUK PENGGUNAAN PROGRAM PENURUNAN BERAT BADAN / NAIK BERAT BADAN AKAN DIBIMBING LANGSUNG OLEH SPESIALSIS DIET JITU & TERUJI NOMOR SATU, UNTUK INFO LEBIH LANJUT ANDA DAPAT MENGHUBUNGI 081282997754 / 021-40780289
 
Modified by Web Komputer from Blogger Templates, HostGator Coupon Code Sponsors: WooThemes Coupon Code, Rockable Press Discount Code