Shinkiro Design Created. Diberdayakan oleh Blogger.

AYOO MARILAH PENUHI ASUPAN NUTRISI MU SEKARANG !!

Dengan PROGRAM TERBARU DAN TERJITU (TURUN/NAIK BERAT BADAN, PENAMBAHAN MASA OTOT, SERTA PROGRAM KEBUGARAN)

Ayoo dapatkan NUTRISI HARIAN mu DISINI

Dan dapatkan “HASILL YG RUAARRR BIAZZAAA”

LINGKAR PINGGANG ANDA AKAN MENGECIL DAN TUBUH ANDA AKAN TERLIHAT CANTIK SERTA MEMPESONA

Salam

Rachman

Personal Wellness Coach

Hp: 0812 82997754

UNTUK PEMESANAN PRODUK ATAU INFORMASI LAINNYA ANDA DAPAT MENGHUBUNGI 081282997754 / 021-40780289

Diet Detoks, Cara Alternatif untuk Langsing?


Jakarta, Detoksifikasi atau sering disebut detoks saat ini dipercaya orang memiliki banyak manfaat, misalnya mengeluarkan racun dan membuat awet muda. Namun mayoritas orang melakukan detoks dengan tujuan untuk diet dan menurunkan berat badan. Apakah setiap detoks memang bisa menurunkan berat badan bagi orang yang melakukannya?

Perlu diperhatikan oleh masyarakat, bahwa diet dan detoks merupakan 2 hal yang tidak selalu berkaitan. Diet pada dasarnya adalah melakukan pengaturan pola makan, sehingga jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak berlebihan, apalagi jika dibandingkan dengan aktivitas yang dilakukan sehari-harinya.

Sementara detoks adalah proses membersihkan organ dalam tubuh dan mengeluarkan racun-racun yang mengendap di dalam tubuh seseorang. Tidak selalu bisa dipastikan seseorang yang melakukan detoks akan secara langsung memiliki tubuh yang indah atau berat badannya langsung menjadi ideal.

"Diet dan detoks bukanlah hal yang sama. Diet lebih menekankan bagaimana pengaturan pola makan dan olahraga, sedangkan detoks membersihkan salah satu organ tubuh dari sisa-sisa racun. Jika memang ingin menurunkan berat badan, maka harus melakukan usaha, yaitu olahraga dan mengatur asupan makan," ujar dr. Phaidon L. Toruan, praktisi hidup sehat, saat dihubungi oleh detikHealth, dan ditulis pada Rabu (24/4/2013).

"Jika berniat melakukan detoks untuk langsing, namun tidak berolahraga, maka detoks yang dilakukan akan menjadi sia-sia. Sekalipun berat badan berhasil turun, bisa jadi itu faktor genetik dari orang tersebut atau justru penurunan berat badannya tidak sehat." lanjutnya.

Detoks itu sendiri meningkatkan proses alami pengeluaran toksin dari dalam tubuh. Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah usus besar dan liver.

Pada usus misalnya, setiap zat yang masuk ke dalam tubuh akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.

Bila melakukan detoks pada usus, maka toksin atau sisa makanan yang mengendap di dalam tubuh akan terkuras dan meluruh, sehingga usus menjadi bersih dan proses pencernaan akan menjadi lebih sehat.

Dengan demikian, terungkap bahwa detoks lebih terarah pada proses pembersihan organ tubuh, sementara diet merupakan proses pengaturan pola makan. Jika memang ingin menurunkan berat badan, maka hal yang menjadi kuncinya adalah olahraga.

"Jika lemaknya saja tidak dibakar dengan cara olahraga, bagaimana bisa berat badan menjadi ideal," lanjut dr. Phaidon.




Sumber :

0 komentar:

Posting Komentar

UNTUK PENGGUNAAN PROGRAM PENURUNAN BERAT BADAN / NAIK BERAT BADAN AKAN DIBIMBING LANGSUNG OLEH SPESIALSIS DIET JITU & TERUJI NOMOR SATU, UNTUK INFO LEBIH LANJUT ANDA DAPAT MENGHUBUNGI 081282997754 / 021-40780289
 
Modified by Web Komputer from Blogger Templates, HostGator Coupon Code Sponsors: WooThemes Coupon Code, Rockable Press Discount Code