Jakarta, Detoksifikasi atau sering disebut detoks saat ini dipercaya
orang memiliki banyak manfaat, misalnya mengeluarkan racun dan membuat awet
muda. Namun mayoritas orang melakukan detoks dengan tujuan untuk diet dan
menurunkan berat badan. Apakah setiap detoks memang bisa menurunkan berat badan
bagi orang yang melakukannya?
Perlu diperhatikan oleh masyarakat, bahwa diet dan detoks merupakan 2
hal yang tidak selalu berkaitan. Diet pada dasarnya adalah melakukan pengaturan
pola makan, sehingga jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak berlebihan,
apalagi jika dibandingkan dengan aktivitas yang dilakukan sehari-harinya.
Sementara detoks adalah proses membersihkan organ dalam tubuh dan
mengeluarkan racun-racun yang mengendap di dalam tubuh seseorang. Tidak selalu
bisa dipastikan seseorang yang melakukan detoks akan secara langsung memiliki
tubuh yang indah atau berat badannya langsung menjadi ideal.
"Diet dan detoks bukanlah hal yang sama. Diet lebih menekankan
bagaimana pengaturan pola makan dan olahraga, sedangkan detoks membersihkan
salah satu organ tubuh dari sisa-sisa racun. Jika memang ingin menurunkan berat
badan, maka harus melakukan usaha, yaitu olahraga dan mengatur asupan
makan," ujar dr. Phaidon L. Toruan, praktisi hidup sehat, saat dihubungi oleh
detikHealth, dan ditulis pada Rabu (24/4/2013).
"Jika berniat melakukan detoks untuk langsing, namun tidak
berolahraga, maka detoks yang dilakukan akan menjadi sia-sia. Sekalipun berat
badan berhasil turun, bisa jadi itu faktor genetik dari orang tersebut atau
justru penurunan berat badannya tidak sehat." lanjutnya.
Detoks itu sendiri meningkatkan proses alami pengeluaran toksin dari
dalam tubuh. Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun
yang efektif adalah usus besar dan liver.
Pada usus misalnya, setiap zat yang masuk ke dalam tubuh akan terserap
ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada usus
juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh
penjuru tubuh. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai
kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif. Begitu juga menurunnya tingkat
energi dan penuaan dini.
Bila melakukan detoks pada usus, maka toksin atau sisa makanan yang
mengendap di dalam tubuh akan terkuras dan meluruh, sehingga usus menjadi
bersih dan proses pencernaan akan menjadi lebih sehat.
Dengan demikian, terungkap bahwa detoks lebih terarah pada proses
pembersihan organ tubuh, sementara diet merupakan proses pengaturan pola makan.
Jika memang ingin menurunkan berat badan, maka hal yang menjadi kuncinya adalah
olahraga.
"Jika lemaknya saja tidak dibakar dengan cara olahraga, bagaimana
bisa berat badan menjadi ideal," lanjut dr. Phaidon.
Sumber :


0 komentar:
Posting Komentar