Protein kacang kedelai dapat
di setarakan dengan 2 kali protein daging, 4 kali telur, 4 kali gandum, 5 atau
6 kali roti, dan 12 kali susu. Dari hasil penelitian juga diketahui, ternyata
protein kacang kedelai bukan saja banyak dalam kuantitas, melainkan unggul
dalam kualitas.
Sebelumnya masyarakat awam
mengenal bahwa protein hewani, seperti daging, susu dan telur, memiliki
kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan protein nabati, tetapi kini
pendapat itu sudah usang. Protein nabati mendapatkan prioritas utama.
Dengan meneliti pasal makanan
bergizi, anda dapat melihat daftar asam amino esensial kacang kedelai ekstrak
yang dibandingkan dengan daging sapi. Daftar tersebut menunjukkan bahwa protein
kacang kedelai bukan saja kualitasnya yang lebih baik dari pada daging sapi,
tapi jumlahnya hampir dua kali lipat untuk masing-masing asam amino esensial.
Sesuai dengan daftar
tersebut, ternyata minyak kacang kedelai dibandingkan dengan daging sapi
mempunyai kadar protein mentah melebihi dua kali lipatnya, empat kali lipat
dalam arginine, delapan kali lipat dalam histidine, dua kali lipat dalam
leucine, dan asam amino esensial lainnya.
Sudah jelas diketahui bahwa
makanan hewani manaikkan kolesterol darah, yang memungkinkan seseorang
menderita berbagai jenis penyakit, Dr Pottenger Jr dan Dr Korn melakukan
penelitian dengan menggunakan 122 sukarelawan untuk memakan makanan yang
berkadar lemak tinggi, termasuk hati dan otak mentah. Keduanya sangat kaya akan
kolesterol.
Sebanyak 99 orang diantaranya
mengkonsumsi satu sendok lecitin kacang kedelai setiap kali makan, sisanya yang
23 orang lainnya, tidak. Hasilnya? Kadar kolesterol dalam darah turun pada 79
persen dari sukarelawan yang mendapatkan lecitin kacang kedelai, sedangkan
sisanya tidak ada penurunan sama sekali. Minyak kacang kedelai pun mengandung
sitosterol, suatu persenyawaan yang juga berkhasiat menurunkan kadar kolesterol
dalam darah.
“ SUMBER : HARIAN
JAKARTA SABTU 12 MARET 2005”




0 komentar:
Posting Komentar