Kopenhagen,
Arti diet yang sebenarnya adalah mengatur pola makan yang sehat, bukan melulu
untuk menurunkan berat badan. Namun jika dilakukan dengan tepat, diet nyatanya
selain bisa menjaga kesehatan, juga dapat memperkaya ragam jenis bakteri baik
yang terdapat di saluran cerna.
Saat
ditanya mengenai 'sehat', fakta tentang adanya jutaan mikroba di dalam usus
mungkin tak terpikirkan. Faktanya beberapa terobosan ilmiah telah menemukan
hubungan antara komposisi bakteri terhadap segala macam penyakit termasuk asma,
depresi, dan kolitis. Meskipun masih butuh penelitian lebih lanjut, hingga saat
ini diyakini bahwa komposisi bakteri di dalam usus juga berpengaruh pada berat
badan.
Penelitian
sebelumnya membandingkan mikrobiota usus pada 292 orang Denmark. Ditemukan
sebuah pola yang jelas dan tak terduga, yaitu sekitar seperempat dari mereka
memiliki bakteri dalam jumlah rendah, yang berarti usus mereka pun lebih
sedikit memiliki jenis bakteri. Mereka dengan jumlah bakteri lebih sedikit
faktanya lebih gemuk daripada mereka dengan bakteri cukup tinggi.
Para
peneliti juga menemukan bahwa kelompok tersebut lebih berisiko untuk terkena
penyakit yang berhubungan dengan obesitas seperti diabetes tipe 2 dan masalah
jantung, sebab mereka memiliki resistensi insulin, trigliserida, dan kadar
kolesterol tinggi, serta peradangan.
"Hasil
penelitian ini memungkinkan dilakukan terapi bakteri, misalnya tipe baru
probiotik yang mungkin bisa melawan peningkatan berat badan berlebihan,"
ungkap Dr Dusko Ehrlich, PhD, penulis studi dan direktur penelitian di French
National Institute for Agricultural Research, seperti dikutip dari Prevention,
Senin (9/9/2013).
Serat
tidak larut merupakan contoh makanan yang baik bagi usus untuk proses
fermentasi. Meskipun masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan, namun Dr
Ehrlich mengatakan bahwa orang dengan jumlah bakteri tinggi memiliki
kecenderungan yang lebih juga untuk mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran
dibandingkan dengan mereka yang jumlah bakterinya rendah.
Dr
Ehrlich dan tim peneliti lain kemudian melakukan penelitian kedua. Mereka
menerapkan pola diet penurunan berat badan terhadap 49 orang dengan obesitas.
Mereka diberi diet kalori terbatas selama 6 minggu.
Hasilnya,
ketika orang mengikuti diet kalori terbatas, kekayaan mereka akan jumlah
bakteri baik akan meningkat seiring dengan penurunan berat badan yang
signifikan. Ini berarti jelas bahwa diet bisa membuat usus Anda lebih baik dan
beragam, yang dapat menurunkan resiko Anda untuk terkena sejumlah penyakit.
"Kita
harus bergerak dari pengobatan ke pencegahan dan studi kami membuka jalan ke
arah sana," ujar Dr Ehrlich.
Sumber :





0 komentar:
Posting Komentar